Pages

Monday, August 13, 2018

Dua Pemicu Pelemahan IHSG

Jakarta: Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terkoreksi cukup dalam. Terpantau pada pukul 10.20 JATS IHSG terjerembab sebesar 176,46 atau 2,9 persen ke level 5.900,29 dari penutupan sebelumnya 6.077,17.

Kepala Riset MNC sekuritas Edwin Sebayang mengatakan ada dua pemicu melemahnya IHSG yakni krisis mata uang di Turki dan defisit transaksi berjalan triwulan II-2018.

"IHSG menguat 1,16 persen pekan kemarin tetapi diiringi net sell minus Rp733,26 miliar selama seminggu lalu, nampaknya minggu ini sulit berlanjut menyusul krisis mata uang yang terjadi di Turki yang dikuatirkan berpotensi terjadi snow ball effect karena menurut dari BIS beberapa bank besar Eropa memberikan kredit cukup besar ke Turki seperti Bank Spanyol USD83,3 miliar, Bank Prancis USD38,4 miliar dan Bank Italia USD17 miliar," ujar Edwin Sebayang, di Jakarta, Senin, 13 Agustus 2018.

Dia memperkirakan IHSG akan terus turun seiring jatuhnya DJIA -0,77 persen, EIDO -1,72 persen, TLK -1,9 persen, Nikel -0,41 persen, dan timah -0,41 persen.

Selain itu juga diperparah dengan respons dari defisit transaksi berjalan triwulan II-2018 tercatat sebesar USD8 miliar (tiga persen PDB), lebih tinggi dibandingkan defisit triwulan sebelumnya sebesar USD5,7 miliar (2,2 persen PDB).

Sampai dengan semester I-2018, defisit transaksi berjalan masih berada dalam batas yang aman, yaitu sebesar 2,6 persen PDB.

"Aksi jual juga terjadi dengan merespons negatif rilis defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal II-2018 yang naik menjadi USD8 miliar atau tiga persen dari PDB dengan impor penyebab melebarnya defisit tersebut," ujar Analis Asosiasi Analis Efek Indonesia.

Pergerakan IHSG yang sempat menyentuh level 6.100 tidak bertahan lama seiring dengan adanya sentimen negatif dari makrofundamental ekonomi.

"Adanya sentimen ini dapat membuat rentan kenaikan IHSG untuk berbalik negatif," jelas dia.

Melemahnya EUR seiring dengan imbas turunnya nilai mata uang Lira Turki turut berimbas pada melemahnya rupiah. Diketahui Turki memiliki banyak eksposure utang terhadap Eropa sehingga ketika ekonomi Turki di ambang krisis maka akan mempengaruhi ekonomi Zona Eropa.

Atas kondisi tersebut, EUR pun cenderung melemah. Selain itu, rilis melebarnya defisit neraca transaksi berjalan hingga tiga persen dari PDB turut menambah sentimen negatif.

(AHL)


Let's block ads! (Why?)

http://ekonomi.metrotvnews.com/bursa/aNrDBAWk-dua-pemicu-pelemahan-ihsg

No comments:

Post a Comment